FUTR Melonjak 10% Usai BEI Lepaskan Gembok Futura Energi

admin.aiotrade 06 Okt 2025 2 menit 8x dilihat
FUTR Melonjak 10% Usai BEI Lepaskan Gembok Futura Energi


aiotrade.app
JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya membuka kembali perdagangan saham PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR). Kenaikan signifikan terjadi pada saham FUTR, yang melonjak hingga 10% setelah sebelumnya diberhentikan sementara oleh BEI.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada sesi perdagangan pertama pekan ini, Senin (6/10/2025), saham FUTR dibuka naik 10% atau 50 poin ke level Rp550 per saham. Sebanyak 18,89 juta saham FUTR telah diperdagangkan, dengan total nilai mencapai Rp10,39 miliar. Kapitalisasi pasar FUTR juga meningkat menjadi Rp3,65 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penguatan ini menunjukkan bahwa saham FUTR telah menguat sebesar 135% selama sebulan terakhir, dan naik hingga 269,13% sejak awal tahun ini. Hal ini menandakan bahwa investor mulai memperhatikan potensi pertumbuhan perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama FUTR Tonny Agus Mulyantono menjelaskan bahwa setelah diakuisisi oleh Ardhantara, pengendali baru masih fokus pada rencana pelaksanaan mandatory tender offer (MTO).

“Dari informasi yang diterima, tindakan korporasi seperti rights issue sudah masuk sebagai bagian dari rencana korporasi perseroan,” ujar Tonny dalam sebuah pernyataan, Kamis (2/10/2025).

Selain itu, Tonny menyampaikan bahwa pengendali baru berencana untuk lebih mengembangkan bisnis FUTR dalam bidang energi, khususnya energi baru terbarukan (EBT).

Pengendali baru FUTR melalui Ardhantara telah menyampaikan bahwa perseroan akan diarahkan sebagai holding energi hijau yang akan mengelola proyek-proyek energi, khususnya EBT. Salah satu proyek utama yang akan dikembangkan adalah konsesi geothermal di Gunung Slamet.

Proyek ini saat ini sedang memasuki tahap eksplorasi aktif, dengan kegiatan geosurvey, pengeboran sumur atau drilling eksplorasi tahap awal, serta pembangunan infrastruktur utama. Investasi awal untuk proyek ini mencapai lebih dari US$80 juta atau setara Rp1,2 triliun.

Untuk mendapatkan nilai ekonomis yang lebih maksimal, tahap berikutnya yang akan dilakukan perseroan adalah melakukan drilling tambahan dengan target sebesar 20 MW di tahap awal, dan akan meningkat di tahap berikutnya.

“Ardhantara sedang melakukan negosiasi dengan mitra global yang telah menyatakan minat bekerja sama di proyek konsesi geothermal. Tahap pengeboran ini dijadwalkan dimulai pada tahun 2026,” tambah Tonny.

Saat ini, proses pengembangan proyek konsesi geothermal terus berjalan, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan FUTR. Dengan adanya investasi yang besar dan dukungan dari pengendali baru, prospek bisnis FUTR tampak cerah, terutama dalam pengembangan energi terbarukan.

Seluruh informasi yang disampaikan dalam artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan